belajar intensif IELTS di Kampung Inggris, Pare

Beberapa hari pertama tahun 2014, waktu itu saya mencari-cari tempat persiapan Toefl IBT yang intensif, hasilnya bisa maksimal, tapi biayanya terjangkau. Kenapa IBT karena itu merupakan syarat kemampuan bahasa inggris yang diminta kampus luar negeri,Ā saya juga lupa kenapa waktu itu ngga nyari tau tentang IELTS. Singkat cerita, tiba-tiba saya kepikiran tentang kampung inggris di Pare, Kediri. Memang ada salah satu teman yang pernah kesana tapi bukan untuk program IBT atau IELTS. Saya pun browsing kesana kemari nyari tempat les yang menyediakan program persiapan IBT. Muncullah website TEST English School yang kayanya programnya pas untuk kebutuhan saya. Saya pun langsung menelpon kesana dan ternyata untuk intake bulan Januari hanya ada program IELTS, dan tanpa pikir panjang saya pun akhirnya berangkat kesana.

Screen Shot 2015-12-16 at 4.15.46 PM

Sebenernya saya berangkat kesana dengan modal nekat, ngga tahu disana belajarnya kaya apa, ntar temennya siapa, tempat tinggalnya gimana, dan lain sebagainya. Tapi karena emang niat belajar bahasa inggris udah bulat dan kepepet waktu juga, jadi emang ngga ada pilihan lain. Di TEST saya ambil program persiapan IELTS selama 5 minggu. Biaya yang dibayar sudahĀ all in, termasuk buku latihan soal dan sewa kamar. Biaya makan dan laundry ditanggung sendiri, tapi biaya hidup disana cukup murah kok šŸ™‚ Sampai sana saya bertemu dengan teman baru yang rata-rata emang rencana mau cari beasiswa sekolah ke luar negeri. Ada juga teman dari program lain yang muridnya bahkan masih SMP. Teman sekamar saya waktu itu berasal dari Jakarta dan Depok, danĀ dengan teman seprogram lain berasal dari berbagai macam kota di Indonesia. Kami sekelas total ada 11 orang.

Tiap hari (Senin-Sabtu), kelas dimulai jamĀ 5.30 pagiĀ dan selesai jamĀ 21.30 malam. Kelas dibagi dalam beberapa sesi, seperti speaking, reading, listening, writing, dan ada multimedia class di malam hari. Tentunya setiap ganti sesi ada istirahat makan, solat, mandi, dll. Tiap hari kami menjajal latihan soal test IELTS dengan menggunakan lembar jawaban yang mirip dengan tes beneran. Tim pengajarnya adalah murid TEST-ES angkatan sebelumnya yang hasil tesĀ IELTS merekaĀ tidak diragukan lagi. Hal ini menjadi semangat bagi kami untuk bisa mencapai target nilai yang diinginkan. Di awal memang terasa berat karena jadwal padat, namun teman-teman seperjuanganĀ selalu mendukung satu sama lain.

Hari minggu adalah hari libur di TEST-ES. Biasanya kami jalan-jalan nyewa angkot ke Kediri untuk sekedar makan fast food, keliling kota Pare naik sepeda,Ā atau bahkan wisata ke Jatim Park dan Gunung Bromo. Disana saya termasuk angkatan tua, karena yang lain rata-rata masih fresh graduate atau bahkan belum lulus kuliah. Semua murid disana punya negara incaran yang beragam, ada yang mau ke UK, Jerman, Australia, US, dllĀ sedangkan saat itu saya ingin ke Belanda. Dulu kami sering bergurau dan menghayal siapa tau bisa ketemuan di luar negeri sesama alumni TEST-ES. Salut banget dengan semangat mereka, karena dibandingkanĀ waktu jaman kuliah dulu, saya ngga pernah kepikiran untuk memperdalam bahasa inggris yang ternyata penting banget.Ā Seru dan senang rasanya punya teman-teman baru yang memiliki impianĀ yang sama,Ā yaituĀ sekolah ke luar negeriĀ šŸ˜€

Video karya teman sekelas saya tentang kegiatan di TEST-ES periode Januari 2014 bisa diliatĀ .Ā O iya, untuk lebih tahu tentang program dan info TEST-ES bisa dilihat diĀ website TESTĀ atau di fb TEST. šŸ™‚

This slideshow requires JavaScript.

pilihan sulit di Desember 2013

Kalau orang bilang makin tua pilihan hidup makin sulit dan semua keputusan akan ngaruh ke kehidupan selanjutnya, mungkin emang ada benernyaĀ kali yaa….

Desember 2013 dan taun baru 2014Ā adalah masa-masa paling ‘mikir’ selama hidup saya sampai sekarang *lebay sedikit*. Waktu itu kontrak kerja udah abis dan lagi prosesĀ perpanjang, pengen lanjut kuliah lagiĀ dan cari beasiswa, tapi toefl masih jongkok banget. šŸ˜¦

Semenjak pertengahan 2013 saya emang udah mulai browsing sana sini nyari kampus dan jurusan incaran, beasiswa, beserta semua persyaratannya. Sambil curi-curi jam kerja, saya mulai bikin motivation letter dkk. Saya udah beberapa kali ngobrol sama Dept Head tentang rencana lanjut sekolah ini. Tiap weekend saya juga bolak-balik Bandung-Jakarta untuk les privat Toefl sama temenĀ (les di Jakarta superrr banget mahalnya hufff). Awal Desember, saya coba simulation test nya Toefl Ibt untuk ngecek kemampuan, ternyata hasilnya jauuuuuh banget dari target.

Pikiran untuk resign juga sering terlintas karena kalau saat itu perpanjang kontrak setahun lagi, sulit untuk ngejar sekolah yang mulai autumn 2014. Walaupun dari atasan sama orang personalia dan hrd di kantor akhirnya mengizinkan kalau saya perpanjang kontrak hanya beberapa bulan saja sebelum pertengahan tahun 2014 untuk persiapan sekolah dan cari beasiswa. Tapi, ngobrol sama beberapa teman yang berencana kuliah lagi tahun 2014 juga liat teman yang lagi lanjut kuliah di luar negeri sebenernya jadi alasan utama kenapa saya ngebet banget pengen resign aja, yaa walaupun jadinya pengalaman kerja cuma 2 tahun..Ā 

Kerjaan kantor mendadak membludak menjelang akhir tahun. Nyiapin berkas jadi agak sulit karena deadline daftar sekolah dan beasiswa rata-rata sekitar bulan Maret-April. Kalau mau aman sih dapetin loa (letter of acceptance) dari kampus secepat mungkin karena proses beasiswa bisa lebih dari 3 bulan. Kepala makin nyut-nyutan kalau inget hasil simulasi tes Ibt soalnya tes aslinya juga mahal jadi persiapan tes bahasa inggris ini juga emang ngga bisa asal-asalan. Setelah mem-breakdown plus minus kalau lanjut kerja atau resign dan apply sekolah lagi, diskusi sama keluarga dan meyakinkan diri sendiri, akhirnya saya memberanikan diri ngajuin resign ke kantor akhir taun 2013. Alhamdulillah Dept Head dan HRD menyetujui walaupun keitungnya cuma 2 weeks notice, tinggal beresin semua kerjaan biar ngga jadi utang. šŸ™‚

Saya pulang ke Bandung for good pas libur Natal, karena kantor libur sampai Tahun Baru. Niat hati mau serius belajar Toefl di rumah, tapi ternyata banyak banget distraksinya. Malam Tahun Baru 2014 saya habiskan untuk mikir lagi saya maunya apa, kurangnya apa, solusinya kira-kira apa, dan masih banyak lagi. And guess what??Ā Saya memutuskan untuk berangkat ke kampung Inggris di Pare, Kediri.

hello again!

Truthfully, I have this blog since 6 years ago, but I did not share it in anywhere because the contents are just my random thoughts and i’ll keep some of them :D. It’s been a while since my last post though there wereĀ so many things happened in theĀ last three years. From now on, I’ll try to remember those and share it here. For clues, there will be stories about scholarship, study abroad, and trips.

Actually I know nothing about writing, so allĀ I want to do here is to share what i’ve been throughĀ butĀ it’s not that I know many things either. Well, see you in the next post! šŸ˜€

2013 and grateful

Almost a year i’ve been worked in this company. Worked at site project for 8 month, checked all the building, gratefully the site was in Bandung. And now i’ve been placed at main office. Jakarta. Worked in the same line with my study, architecture design.

Here, i promised to move on, leave all my comfort zone in Bandung, start something new and look for someone new.

oh, i’ve spent new year eve 2013 at the sweetest moment and place with close friends. love it. hope this is the beginning of all lovable moment for a year ahead. just be grateful for all the life and hope for all the best thing in this year..

10 days

10 days left for me in this island of god. i really want to go back to bandung but i will miss this island so much.

the sky, beach, sand, wave, laugh, happiness, sadness, work, new friends, office, dogs, motorbike, car, road, underwater, fish, foods, local people,Ā  domestic tourist, foreign tourist, site, project, everything here is wonderful!