malam takbiran

Kita memang tidak pernah tahu rencana Tuhan Sang Pemilik alam semesta ini. Tahun lalu, tahun ini, dan tahun depan mungkin cerita hidup tiap orang bisa berbeda.

Tahun ini, saya dan orang tua memutuskan untuk solat Idul Fitri di Bandung, dan baru akan mudik ke Solo malam hari H lebaran. Terakhir solat Idul Fitri di Bandung, 10 tahun lalu. Itupun terpaksa karena ada kejadian mendadak. Well, that was bad memories of mine. Selama 26 tahun ini, rasanya saya hampir selalu berlebaran di Solo, ikut keluarga besar Bapak. Namun tahun ini, bisa bermalam takbiran di kamar sendiri sambil mendengarkan yang lagi takbiran di masjid membuat pikiran melayang-layang ingat lebaran tahun lalu.

Idul Fitri 1436H, saya berlebaran jauh dari orang tua dan kampung halaman, karena sedang tinggal di negara dimana Muslim adalah minoritas. Ramadhan 2015, saya berpuasa lebih dari 18 jam sehari, karena disana sedang summer sehingga matahari muncul lebih lama. Rasanya dalam sebulan pola hidup berubah total karena jarak waktu buka puasa dan sahur yang beda tipis. Ditambah mengerjakan tesis, sempat ada heatwave juga, dan puncak-puncaknya homesick. Menjelang lebaran, di supermarket atau pusat perbelanjaan tidak ada promo-promo untuk makanan dan perlengkapan Idul Fitri. Malam takbiran, saya masak-masak dengan housemates sambil memasang video takbiran dari youtube di dapur. Tidak seperti di Indonesia, pulau Jawa khususnya, dimana suara gema takbir terdengar bersaut-sautan.  Seusai solat Ied pun, yang ritual biasanya sungkeman dengan orang tua dan keluarga besar, mau video call dengan mereka aja sulit karena terkendala sinyal telepon yang tidak stabil di kampung. Sedih? Pastinya. Yang membuat saya bisa bertahan disana adalah keberadaan teman-teman seperjuangan yang juga mengalami hal yang sama ditambah doa orang tua yang kayanya ngga pernah putus..

Pengalaman setahun tinggal jauh dari rumah merupakan salah satu pendewasaan saya. Sekarang, sepertinya pola pikir saya mulai sedikit berubah. Terutama dalam mengambil keputusan atau menghadapi masalah. Kalau kata bukunya Diana Rikasari, ‘I have made peace with the fact that life can be so hard and unfair at times, and that’s okay. I just need to toughen up and be grateful about many other things.’ Karena itu, kadang saya terlihat lebih cuek, logis, dan galak.

Tahun depan, saya masih belum bisa membayangkan akan seperti apa. Rencana mungkin ada, tapi kenyataannya akan bagaimana, we’ll see..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s